MAWAS DIRI

  • 1184887959-27-5.gif1.pendahuluan

 betapa seringnya kita senantiasa memyebut-nyebut “Mawas Diri” baik dalam percakapan ataupun dalam sambutan-sambutan tanpa mengerti makna ataupun hakekat yang sebenarnya dari pada mawas diri itu. Karena sering di ucapkan, maka pengertian mawas diri itu sendiri lalu menjadi tidak bermakna kembali.

 sesungguhnya apabila kita amati bersama, maka segala peristiwa,

kejadian,kasus-kasus baik sifatnya kriminalitas, konflik antar etnis, antar golongan ekonomi, antar desa dan antar kota, korupsi, penyalahgunaan wewenang dan lain-lain peristiwa yang mempunyai konotasi yang negatif, tiadak disebabakan oleh tidak adanya “mawas diri” demikian hebat dan luasnya akibat yg di timbulkannnya, karena kebanyakan kita tidak mawas diri.

oleh karena itu pemilihan dari judul ini merupakan kebiasaan hampir di sekitar lingkungan kita, adapun dampak negatif dampak negatif dari pembangunan yang kita sama-sama saksikan pada dewasa ini adalah kecenderungan masyarakat kita ke arah matearilisme, konsumerisme, hedonisme, individualisme, securalisme, hilangnya rasa gotong royong  pendakalan nilai- nilai etik, moral dan agama, hal ini kalau  kita biarkan berlarut-larut akan menjadi sebuah tradisi dan menghilangkan kemajuan yang telah tercapai.

sehubungan dengan hal tersebut di atas, marilah kita bersama-sama mengadakan penelaahan yang lebih mendalam tentang pengertiaan mawas diri samapai pegertian hakiki dan sekaligus mengamalkannya. dengan pengertian hakiki tersebut dan pengamalannya, maka kecenderungan masyarakat kita yang negatif tersebut di atas sedikit demi sedikit dan berangsur-angsur dapat di hilangkan.

2. pengertian mawas diri

mawas diri menurut kamus Beasar Bahasa indonesia, edisi kedua, balai pustaka 1993, ialah melihat(memeriksa dan mengoreksi) diri sendiri secara jujur,instropeksi, kita harus mawas diri agar kita janagan membuat kesalahan yang sama

mawas diri menurut Marbangun Hardjowirogo ialah meninjau

ke dalam, hati nurani kita guna mengetahui benar tidaknya, suatu tindakan yang telah di ambil.

secara teknis psikiologis usaha tersebut dapat dinamakan juga instropeksi yang pada dasarnya ialah pencarian tanggung jawab ke hati nurani mengenai suatu perbuatan. orang jawa sering berbicara tentang mawas diri dan berusaha pula untuk mempraktikkannya guna mendapatkan jawaban atas persoalan yang di hadapinya yakni apakah suatu perbuatan yang di lakukannya, suatu tindakan yang di ambilnya secara moral dapat di benarkan dan dapat di pertanggungjawabkan. adapun jawaban yang di cari adalah menelaah hati nurani

dalam hubungan denagan “mawas diri” ini , maka pernahkah kita berfikir

tentang manfaat dan nilai sebuah cermin? kata dasar “cermin’ menurut kamus besar

bahasa indonesia adalah suatu yang menjadi teladan atau pelajaran juga sebagai suatu

yang membayangkan perasaan yaitu isi hati dan keadaan batin.

untuk itulah Tuhan Yang Maha Esa sering memperingatkan dalam Al-qur`an dengan mempertayakan “afalaa ta`qiluun(apakah kalian berfikir)

 cermin pada hakekatnya membantu setiap orang yang beriman dalam menepis

hati dan perasaan dari ketakutan tidak terpenuhinya persyaratan etika dan estetika

dalam pergaulan. bercermin dapat melatih setiap orang yang beriman untuk memperkaya jiwa

agar pandai mensyukiri nikmat ALLAH SWT

 bercermin hendaknya tidak hanya mengejar kepuasan lahiriyah semata atau sebatas menggapai kemolekan duniawi. ketika bercermin seharusnya kita berniat mencapai komelakan ukhrowi yang hakiki. untuk setiap kali bercermin islam mengajarkan suatu Do`a “allahumma kemaahassanta fa hassin khulugii”(Ya Tuhan, sebagaimana engkau telah percantik diriku, percantik pulalah budi pekertiku)

 menurut hasan al bashri, sufi terkemuka dari angkatan tabi’iin ada 2 alasan kita perlu mawas diri:

1. karena dosa-dosa yang kita lakukan, kita tidak tahu

apakah ALLOH SWT masih berkenan mengampuni dosa-dosa itu atau tidak

2. karena usia kita yang tersisa, kita tidak tahu apakah kita dapat mempergunakan

sisa usia kita secara baik dan produktif.

by juzzto

nanti kelanjutannya mawas diri hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esamawas diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: