MANUNGGALING KAWULO LAN GUSTI MELALUI NGELMU SANGKAN PARANING DUMADI DAN NGELMU KESEMPURNAAN

MANUNGGALING KAWULO LAN GUSTI MELALUI NGELMU SANGKAN PARANING DUMADI DAN NGELMU KESEMPURNAAN

A.pendahuluan
(1) untuk menjawab “misteri” tentang “Manunggaling Kawulo lan Gusti” terlebih dahulu menelusuri dan memahami beberapa petunjuk ‘laku’ yang perlu diketahui terlebih dahulu sebagai pengetahuan dasar, agar supaya tidak terjadi kesalahpahaman pengertian serta salah perilaku yang harus di pahami dan di mengerti benar-benar teori ‘laku’ untuk mencapai tataran: “Manunggaling Kawulo Gusti” (menyatunya insan dengan Tuhan Yang Maha Esa). Pada umumnya orang akan mengatakan tidak mungkin, denagan berbagai dalih dan argumentasi. Namun bagi manusia yang telah ‘Tinar Buka’ dan memperoleh petunjuk dari pinisepuh yang telah ‘mumpuni’(Menguasai Ngelmu tersebut) maka kemungkinan itu dipastikan ada dan bisa sebab manusia diberikan pengetahuan sedikit tentang rahasia Tuhan. Perbedaan pendapat mengenai hal tersebut pasti ada disamping ada yang bersikap Dogmatis
(2) disini kita akan mencoba membahas berbagai pengertian dasar yang di kutip dari berbagai kitab suci Al-Qur`an, Kitab Suci Injil, Kitab Suci Weda, dan ajaran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa(kebatinan, kerohanian, kejiwaan dan kaweruh). Ternyata dari kedua sumber tersebut mempunyai persamaan persepsi. Dengan demikian memberi petunjuk kepada umat manusia sebagai makluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna khususnya bangsa Indonesia melalui leluhur kita yang mewariskan ‘Ngelmu’ adiluhung kepada kita, sehingga mereka dapat hidup berdampingan secara damai dan sejahtera abadi. Karena adanya persepsi yang sama, tujuan yang sama, maka kerukunan antar umat beragama, kerukunan antar pengahayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta kerukunan antar umat beragama dengan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dapat diciptakan diIndonesia karena adanya saling pengertian dan kesadaran sebagai sesama umat Tuhan Yang Maha Esa dengan segala ciptaannya. Agama dan ‘Ngelmu Kejawen’ mempunyai tujuan yang sama, ialah iman dan Taqwa pada Tuhan Yang Maha Esa sedangkan ‘Ngelmu Kejawen’ di lanjutkan dengan “Manunggaling Kawulo Lan Gusti”
(3) para leluhur kita dengan buku tuntunan “WEDHA TAMA” telah memberi petunjuk dengan bentuk tembang PUCUNG sebagai berikut:
“Ngelmu iku, kelakone kanti laku, lekase lawan khas, tegese khas nyantosani, setyo budya, pengikise dur angkaro” yang artinya (bahwa untuk mengusai ngelmu (ilmu kebatinan dan kesempurnan) pelaksanaannya/ cara mempelajarinmya harus dengan ‘laku’ latihan fisik(jasmani dan rokhani). Budi yang halus akan mengalahkan watak angkara murka).
(4) adakah ‘Ngelmu” dan ‘laku’ untuk mempelajari cara-cara untuk” Menyatu dengan Tuhan Yang Maha Esa” Ngelmu Manunggaling Kawulo Lan Gusti? Kiranya tidak berlebihan apabila diketengahkan tulisan ini terlebih dahulu mempelajari beberapa macam ajaran diantaranya:
1. memahami ngelmu sangkan paraning dumadi
2. memahami ngelmu kesempurnaan
3. memahami dan mendalami ngelmu “manunggaling kawulo lan gusti”
Dengan penjelasan ini maka cukuplah sebagai pandahuluan, kemana dan dari mana ‘ngelmu’ tersebut sampai faham benar dan mengerti arahnya, sehingga tidak tumpang tindih /tumpangsuh, sehingga dapat benar-benar mengusai ‘ngelmu’ tersebut dengan sebaik-baiknya.

B. MEMAHAMI JATI DIRI BERTOLAK DARI NGELMU SANGKAN PARANING DUMADI
(1) manusia adalah makluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna yang terdiri dari unsure yaitu:
I. BADAN JASMANI
II. BADAN ROKHANI (ROKH)
Dengan rincian dan penjelasan sebagai berikut:
I. BADAN JASMANI
Badan jasmani terdiri dari 4(empat) macam unsure sari dari:
1. sari Bumi/ tanah
2. sari Api/ panas
3. sari Air/ nafas
Badan jasmani manusia tersebut oleh Tuhan Yang Maha Kuasa di anugrahi pancaindera sebagai alat komunikasi antara lain:
1. pendengaran -melalui telinga
2. pengucap-melalui Mulut
3. penglihatan- melalui Mata
4. penciuman- melalui Hidung
5. perasa/perasaan- melalui saraf-otak-perasaan.
Badan jasmani manusia tersebut oleh Tuhan Yang Maha Mulia diberi 4(empat) macam perangkat nafsu:
1. dari unsure sari Bumi /Tanah= menumbuhkan unsure nafsu LAUWAMAH, yang memeliki sifat jail, serakah, mala, tamak dan sejenisnya
2. dari unsure sari Api/Panas= menumbuhkan unsure nafsu AMARAH: yang memeliki sifat Beringas, mudah tersinggung,: bertindak kekerasan: gelap mata dan lain sebagainya.
3. dari unsure sari Air= menumbuhkan unsure SUFIAH : dimana menumbuhkan hasrat: keinginan : Asmara; meminum-minuman keras; atau malimo (madat, main, minum, maling, madon) dan sebagainya.
4. dari unsure sari Udara/ Nafas= menumbuhkan unsure MUTMAINAH: yang memiliki watak narimo; watak suci; watak berbakti; watak kasihan; suka menolong dan lain-lain.
Kedua kelengkapan badan jasmani (panca indera dan nafsu) ini hanya merupakan pelengkap sarana penggerak yang belum sempurna. Padahal manusia diciptakan Tuhan yang paling sempurna, apa kekurangannya?
II. BADAN ROKHANI
Dalam Badan Rokhani terdapat dua lapis yang terdiri dari Badan Rokh dan Cahaya Tuhan (Nur Muhammad; lintang tagih; lintang johar; Nur ilahi dan suksma sejati) yang Hidup tan keno ing pati. Untuk memperkuat dan menyakinkan kita semua maka khususnya mengenai Badan Rokhani tersebut di persilahkan membaca ayat-ayat Kitab Suci antara lain:
(1). BACA AL-ISRAA(17 ayat 85) yang berbunyi: Dan mereka bertanya kepadamu tentang ROKH. Katakanlah “Rokh itu termasuk urusan Tuhan-Ku, dan tidaklah kamu di beri pengetahuan melainkan ssedikit”. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan manusia terhadap Rokh sangatlah sedikit, sangat terbatas. Karena merupakan rahasia Tuhan Sang Pencipta alam semesta dengan segala isinya.
(2) BACA AL-HIJR(15 ayat 29) yang berbunyi : “ Maka apabila AKU telah menyempurnakan dan TELAH MENIUPKAN kedalam Rokh(Ciptaan KU), maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud/ bersembahyang.
(3) BACA QAAF (50 ayat 16) yang berbunyi: “ Dan sesunguhnya KAMI telah ciptakan manusia dan mengetahui apa yang telah dibisikkan oleh hatinya, dan KAMI lebih dekat kepadanya dari pada urad-nadi lehernya”. (Utusan Tuhan bersemayam di tempat dekat urad-nadi leher manusia, dengan bukti pengerak sepanjang hidupnya. Jadi disamping Rokh ada sesuatu yang di tiupkan oleh Tuhan kedalam Rokh yaitu Cahaya Tuhan (Nur Muhammad; Nur Cahaya; Lintang Johar; Lintang Tagih; Rokh Ilahi dan sebagainya).
Tanggapan:
Rokh + Cahaya Tuhan(Nur Muhammad)? Otomatis bila manusia mati, urusan Tuhan Kembali keasalnya, tetapi Rokh manusia berdosa, masuk neraka.
(4). Dapat disimpulkan meskipun manusia hanya diberi pengetahuan sedikit oleh Tuhan Yang Maha Kuasa tentang Rokh, namun dapat disimpulkan bahwa Rokh yang bersemayam dalam tubuh manusia adalah sama dengan CAHAYA TUHAN yang dapat menghidupi manusia. Tanpa CAHAYA tersebut manusia tidak akan hidup. Jadi HURIP TAN KENA ING PATI. Inilah yang harus kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa apabila manusia yang hidup di dunia fana ini MATI.
(5). Tuhan Yang Maha Esa adalah sumber dari pada sumber CAHAYA adalah SANG HIDUP BESAR; satuan dari MAHA-CAHAYA, dimana kilatan/ pletikan CAHAYA yang bersemayam dalam diri manusia dapat menghidupi manusia, dapat mempergunkan panca indera dan nafsu untuk melaksakan dharmanya didunia. Dapatkah CAHAYA yang ada didalam diri manusia itu kembali kepada sumbernya MAHA CAHAYA? Belum pasti dapat apabila sepanjang hidupnya didunia tidak mengerti caranya kembali pada sumber MAHA-CAHAYA.
(6). BACA YAHYA(4:24) Injil Kristen, yang berbunyi “Allah itu Rokh adanya, maka orang menyembah Allah wajiblah dengan Rokh dan kebenaran. Makin jelas bahwa manusia bisa hidup karena CAHAYA TUHAN. Maka CAHAYA itulah yang wajib menyembah Tuhan, dan pada waktunya kembali kepada TUHAN, dengan membawa amal perbuatan yang benar dihadapan Tuhan, bukan benar di hadapakan manusia.
(7). Kebenaran Tuhan adalah kebenaran sejati. Benering bener(pener). Karena hanya dengan kebenaran sejati, Rokh manusia dapat kembali kepada-Nya, setelah mempelajari ngelmu sangkan paraning dumadi dan ngelmu kesempurnaan, kemudian melatih diri “ Mati Sajroning Urip” Belajar mati sewaktu masih hidup didunia.

C. HAKEKAT TUHAN
(1). BACA AN-NUR(24 ayat 35) Al-Qur`an. Alloh adalah CAHAYA langit dan Bumi. Perumpamaan CAHAYA adalah seperti Misykat. Dalam Misykat itu ada pelita. Pelita itu dalam Kaca. Itu merupakan bintang berkilau dinyalakan dengan pohon yang diberkati. Pohon zaitun yang bukan ditimur atau dibarat yang minyaknya hampir-hampir menyala dengan sendirinya, walaupun tidak disentuh oleh api. CAHAYA DIATAS CAHAYA Alloh menuntun kepada CAHAYANYA, siapa saja yang IA kehendaki dan Alloh membuat perumpamaan bagi manusia. Sesunguhnya Alloh mengetahui segalanya.
(2) HAKEKAT CAHAYA
1. NUR(cahaya) yang sebenarnya itu ialah Alloh SWT sendiri.
2. sebutan CAHAYA bagi selain DIA hanyalah majaz(kiasan/sanepan) sebenarnya tak ada wujud.
(3) AN-NISA (4 ayat 174) dari Al-Qur`an. Hai manusia Telah Datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu dan telah Kami Turunkan kepadamu” CAHAYA” yang terang benderang.
(4) YAHYA 12-46 (Injil Al-Kitab Kristen) yang berbunyi: AKU(Allah) adalah CAHAYA yang datang didunia ini, supaya barang siapa yang kenal dengan Daku jangan tinggal didalam gelap.
(5). Umat Budha Indonesia menyebut “SANG HYANG ADI BUDHA” bagi Tuhan YME. SANG HYANG ADI BUDHA sebagai sumber dari semua sumber yang memancarkan sinarNya” dan menciptkan daripada diriNya sendiri (5 lima) DHYANI BUDHA yang masing-masing mengandung unsure:
1. VAIROCONO= sumber CAHAYA AGUNG
2. AMITABHA= CAHAYA tanpa batas
3. RATNA SANBHAWA = PERMATA Alam semesta
4. AMOGASIDHI= Maha jadi yang tidak mengenal KEGELAPAN.
5. AKSOBYA= Sumber ketenangan.
Dari agama Budha ini juga menggambarkan SANG HYANG ADIBUDHA adalah CAHAYA-MAHA-CAHAYA. Langgeng tan owah gingsir. Tan keno kinaya ngopo.
(6). Umat Hindhu dalam “ BHAGAWAD GHITA” menguraikan sebagai berikut: “ Beri santaplah yang BERCAHAYA (Brahma Sang Pencipta Alam Semesta Seisinya) mudah-mudahan engakau akan dikarunia/berkahi: dari jalan inilah akan tercapai jalan keselamatanmu yang setinggi-tingginya. Oleh karena itu yang bercahaya diberi santap koraban/sesaji, segala kenikamatan yang diharapkan Umatnya.”

D.memahami Ngelmu Kasampurnan
(1). Dari beberapa ayat kitab suci tersebut jelaslah memberikan jawaban kepada kita akan kebenaran bahwa Tuhan Yang Maha Esa adalah MAHA CAHAYA , sumber pada sumber CAHAYA. Baik pengertian yang bersumber dari agama –agama manapun pengertian ajaran penghayatan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah Sama. Bahkan lebih dari itu, ajaran penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa khususnya:
1. ngelmu sangkan paraning dumadi:
2. Ngelmu kasampurnaan
3. Ngelmu Manunggaling Kawulo lan Gusti.
Dapat menghantarkan insan (cahaya Tuhan) manusia kembali pada MAHA-CAHAYA Tuhan Yang Maha Esa. Ngelmu ini sejak sebelumnya masuk kepersada bumi nusantara Indonesia telah di hayati sebagai bangsa Indonesia terutama para pemimpin Negara( para Ratu/Raja). Oleh kerena cahaya hidup yang oleh manusia disebut Nur Muhammad; Lintang Tagih; Lintang Johor; Inti Rokh yang hidup kekal abadi yang wajib kembali pada induk CAHAYA, MAHA CAHAYA( Tuhan) YME, maka menjadi kewajiban manusia untuk mengembalikan pada induknya. Apakah manusia dapat melaksanakan tugas ini? Jawabannya adalah “ TIDAK , DAPAT” kecuali yang telah memperoleh perkenan Tuhan Yang Maha Kuasa, sebagai manusia pilihan / pethingan yang hidupnya selalu belajar kembali pada Tuhan YME dengan cara ‘belajar mati sebelum waktunya tiba’ atau sinau mati sakjroning urip’ jika latihan ini telah mahir dan matinya memang karena dipanggil Tuhan Yang Maha Suci untuk kembali kehadiran-NYA, sedangkan Benda-benda Jasmaninya, nafsu,-nafsu, panca indera dan badan wadhak /tubuh manusia, dikembalikan pada unsurnya masing-masing. Maka sempurnalah kematian manusia tersebut diatas.
(2). Tidak semua manusia dapat mati sempurna itu, meskipun ia telah belajar mati sebelum takdir tiba, namun kalau prilakunya didunia tidak baik tidak mencari kebenaran sejati, maka masih perlu menerima karmanya lagi untuk turun terjun menjadi manusia lagi, yang disebut reinkarnasi. Hanya manusia-manusia terpanggil yang dapat kembali , untuk memenuhi tugasnya yang disebut pemakaman umat Islam” Inna lillahi Wainna Illahi Ro`zziun” yang artinya asalnya dari Tuhan YME kembalilah kepada Tuhan YME.

kesimpulannya lain waktu aja yahhh………MANUNGGALING KAWULO LAN GUSTI MELALUI NGELMU SANGKAN PARANING DUMADI DAN NGELMU KESEMPURNAAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: