E. KESIMPULAN

E. KESIMPULAN
(1). Setiap manusia hidup, ketempatan ROKH CAHAYA TUHAN yang bersemayam didalam tubuhnya, ROKH CAHAYA TUHAN tersebut juga hidup kekal tidak mengenal MATI.
(2). Setiap badan manusia rusak/ mati, maka ROKH TUHAN tersebut berkewajiban agar supaya kembali kepada MAHA CAHAYA, MAHA-ROKH ialah pada Tuhan YME.
(3). Dari sumber kitab-kitab suci keagamaan, mempunyai persepsi yang sama tentang Tuhan YME sama dengan MAHA-ROKH, MAHA CAHAYA, MAHA HIDUP, HIDUP-LANGGENG , HURIP tan keno ing PATI, tan keno kinoyo ngopo.
(4). Untuk mendapatkan ROKH TUHAN yang bersemayam dalam tubuh manusia kembali pada Tuhan YME, pada MAHA-CAHAYA, MAHA ROKH, MAHA-HIDUP, HIDUP-KEKAL. Maka manusia harus belajar ngelmu dan laku
(5). Untuk mengenal diri pribadi, jatidiri dan segenap kelengkapan hidup, maka para leluhur bangsa Indonesia terutama para raja/ratu telah memberikan ajaran tentang’ ngelmu sangkan paraning dumadi”. Dengan ngelmu ini akan mendapatkan ajaran secara rinci langsung pada sasaran-nya, simple dan mudah di mengerti oleh setiap orang. Namun sekali lagi untuk menerima wejangan tersebut harus melalui seseorang yang telah tinarbuka dan memperoleh wewenang memberikan wejangan.
(6). Setelah memperoleh wejangan lengkap tentang ngelmu sangkan paraning dumadi, tersebut ‘lakunya’ hingga belajar mati sewaktu masih hidup didunia fana ini, maka jalan menuju ketingkat akhir telah sampai.
(7). Latihan ‘ semadi’ dan belajar mati’ setelah pada tingkat tertentu (menurut pengalaman Guru /Pinisepuh ), maka dimulai belajar “ ngelmu kasampurnan”. Ngelmu ini sifatnya memperdalam ‘ laku’ ditambah kewajiban mencari kebenaran sejati. Maka prilaku yang terlihat didunia cenderung seperti orang sufi.
(8). Setelah secara sempurna menguasai melaksanakan ajaran tentang Ngelmu sangkan paraning dumadi dan ngelmu kasampurnan, maka terlatihlah jiwa dan raganya, dan dapat berkomunikasi langsung antara pribadi dan si Pencipta Alam Semesta Tuhan YME. Pada waktunya telah dapat melaksanakan Manunggaling Kawulo Lan Gusti’. Meskipun , bagaimanapun mudah dikata namun sukar dijalankan/ dilakukan .
(9). Ajaran warisan leluhur bangsa Indonesia terurai diatas cukup memberi beakal ngelmu kepada para peminat, dan cukup dapat dipertanggung-jawabkan. Kerena mempelajari “ Manunggaling Kawulo Lan Gusti” merupakan ajaran dimana beresiko tinggi, maka meskipun mempunyai kemauwan keras namun tanpa keyakinan yang tinggi juga tetap ber-resiko tinggi pula. Lalu demikian ini dapat diartikan sebagai laku “ ISRA’- MI`RAAJ” dalam bahasa arab menurut keyakinan umat Islam hanya Nabi Muhammad SAW yang dapat melakukan “ISRA’- MIRAAJ”.
(10). Di dalam ilmu kejawen terdapat pula “NGRAGA SUKSMO”. Ngraga-suksmo adalah pengembangan dari ketiga Ngelmu tersebut diatas. Caranya adalah dengan kekuatan dan kekuasaan CAHAYA-HIDUP mempergunakan ROKH meninggalkan jasmani untuk pergi kesuatu tempat yang telah direncanakan untuk dituju. Sehingga badan- jasmani tertinggal dirumahnya sendiri, sedangkan badan rokhani dengan getaran sepenuhnya terlihat wujud ditempat lain. Meskipun ngelmu ini ada, akan tetapi pada umumnya tidak diajarkan, karena disamping berbahaya, beresiko tinggi, juga dapat disalahgunakan sebaiknya cukup dengan ketiga Ngelmu tersebut sudah cukup lengkap dan baik sekali.

(F). PENUTUP
(1). Dengan uraian tersebut dimuka, bangsa Indonesia pasti ada alasan untuk bersikap rukun antar umat beragama dari berbagai macam agama yang diakui pemerintah Indonesia dan para penganut Kepercayaan terhadap Tuhan YME, karenanya:
a. mempunyai persamaan persepsi terhadap Tuhan YME dalam kaitannya dalam manusia sebagai ciptaan-NYA yang sempurna.
b. mempunyai tujuan yang sama dalam beriman dan bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa.
c. mempunyai pengertian yang sama bahwa langit dan bumi, alam semesta dengan semua isinya diberikan untuk kesejahteraan umat manusia.
d. mempunyai kepercayaan yang sama bahwa Tuhan YME, dengan 20 sifatNYA itu adalah penguasa Tunggal dengan semua Hukum Alam yang diberikan kepada para penguasa-alam dan dapat melaksanakan Kewajibannya dengan sempurna pula.
(2). Penulis berusaha semaksimal mungkin untuk menguraikan (Ngelmu yang penuh rahasia sulit untuk diuraikan) sehingga hanya ini yang dapat diketengahkan. Lebih baik sedikit ada dari pada tidak ada sama sekali. Demikian uraian penulis yang dapat kami sajikan, sudah barang tentu masih terdapat kesalahan-kesalahan; untuk itu penulis berkelit seolah-olah pesilat sakti. Akhirnya “ jenang wader cilik sesonderan. Apuranta yen wonten lepat kawulo”.

DAFTAR KEPUSTAKAAN
1. Asal mula Agama (Religion Original dan Ideas) karangan penulis Robert Bruw. Di terbitkan oleh TONIS Bandung.
2. Kitab Suci Al-Qur`an yang telah diterjemahkan diMujamak Khadim Al Haramain asy ayarifain al Malik Fahd Li Thiba`at al Mush-Hafasy Syarif.
3. Buku “ Hakekat Ma`rifat” menuju insan Ma`rifat dalam pengabdian kepada ALLAH S.W.T. oleh Labib MZ Maftuh Ahnan. Penerbit CV. Bintang Pelajar.
4. Mistik Islam Kejawen. Oleh Raden Ngabei Ronggowarsito. Penerbit Universitas Indonesia 1988.
5. Butir-butir Budaya Jawa. Anggagayuh Kasampurnaning Urip. In Search of life Noble gaenerous Mind` In Quest Of The Essenceof goodness.
6. Unsur religius dan sastra jawa. Oleh Doyantoso BA. Yang diterbitkan oleh Aneka Ilmu Semarang.
7. alam fikiran. Oleh Dr.R. Prayana Suryadipura Mantan derektur Rumah Sakit Umum pusat di Surabaya.

013.gif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: